Feeds:
Tulisan
Komentar

Seluruh makhluk di dunia ini diciptakan saling berpasang-pasangan. Ada keburukan ada kebaikan, ada hitam ada putih ada positif ada negatif dan ada yang pro ada yang kontra. Itulah kehidupan yang menjadi fenomena dinamis seluruh makhlukNya di alam semesta ini. Kalaupun seperti si August Comte yang melahirkan sosiologi dengan perancancangan “three stages”nya menginginkan kesamaan struktur dan status antar warganya. Atau seperti mbah Karl Marx yang dengan ideologi sosialis dikembangkan menjadi komunis kapitalis, agar semuanya dapat hidup sama. Sehingga seluruh warganya tampak hidup sejajar dan makmur. Tanpa harus melempar dan mencengkram antara satu dengan yang lainnya.

 

Tetapi, orang yang bersosialisasi dan menjalin hubungan dengan lainnya belum tentu dia berpaham sosialis. Atau dengan meminjam istilah lain “sosialisasi boleh tapi jangan sosialis”.  Hal ini telah tertulis dalam Al-Qur’an : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu sekalian yang terdiri dari lelaki dan perempun, dan menjadikan berbagai berbangsa-bangsa dan berkelompok-kelompok, agar kalian saling mengenal..”

Saling mengenal disini tidak untuk saling menjatuhkan, atau tidak untuk saling iri antar bangsa, ras, negara, partai bahkan pribadi dengan yang lainnya, tapi agar dapat mengenal dan mempelajari lebih dalam, sehingga dapat memahami dan dengan pemahaman itu dapat menghindari kerusuhan, dan problematika yang tidak diinginkan. Ataupun dengan pemahaman itu, kita dapat mengambil hal yang terbaik dari yang lainnya. Karena setiap manusia itu mempunyai sifat dan pemikiran yang berbeda-beda.

 

Sesama makhluk yang diciptakan fi ahsani-t-taqwim, kita tetap saja namanya makhluk yang  tidak mempunyai hak untuk mengekang orang lain yang lebih lemah. Kita mempunyai hak untuk tawashow bil haqqi bukan nyuruh

Renungan Rakyat Lemah

Mengapa ya…, negaraku kok menjadi begini….

Tetesan air mata mengalir tak terbendung

Melihat saudara2 ku yang mengeluh penuh derita

Musibah, cobaan, adzab selalu mendengung

Tapi masih aja ada petinggi yang bersuka cita

Menari diatas pulau kesedihan dan penderitaan

RISALAH QALBUKU BAGI IBU

nangkring euy

Tenang, ku kenang wajah sang bunda

Tatapannya yang takkan pernah kulupa

Matanya yang bersinar tajam

Terlihat anggun dan bijaksana

Terasa tentram saatku di sampingnya

Membuatku tak ingin menjauh darinya

 

Ibu……

Tanpa rasa letih dan lelah

Telah membesarkanku dengan penuh curahan cintanya

Membias dalam pelangi hatiku

Tangannya yang lembut

Membelai rambutku dengan jutaan kasih sayangnya

Bagai angin sepoi yang menyejukkan di sela-sela kemarau

 

Ibu…….

Senyuman yang selalu kupandang

Takkan pernah hilang dari jauhnya penglihatanku

Permata akhlak yang kau ajarkan

Mutiara ilmu yang selalu kau berikan

Takkan pernah kuabaikan dalam mengarungi samudra kehidupanku

Tetesan airmata yang menghiasi dalam doamu

Memberikan kekuatan untuk menyingkirkan halang rintang dihadapanku

 

Ibu…….

Bertahun-tahun telah kau nantikan

Ribuan jam telah kau korbankan

Jutaan harta telah kau habiskan

Tak pernah kau pinta untuk menggantinya

Hanya untuk menjadikan anakmu

Seorang yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara

 

Ibu……

Akankah aku bisa membuatmu bangga?

Apakah aku akan menjadikanmu bahagia?

Ataukah aku hanya anak yang durhaka?

Yang tak tahu akan pengorbananmu

Yang tak sadar dengan asamu

Yang tak mengindahkan nasehatmu

 

Ibu…….

Aku rindu akan senyumanmu

Aku rindu akan kasih sayangmu

Aku rindu akan segala nasehatmu

Pesan, doa dan harapanmu

Akan selalu kuingat dan kucampur dengan asa untuk menggapainya

« Newer Posts