Langkah gontai kembali menghiasi jalannya negriku
Setelah sekian lama bangkit dari keterpurukan citra
Berjalan tegap menyusuri kancah international
Tersandung dan terjatuh lagi oleh ledakan yang telah lama terlupa
Berbagai media international terhipnotis oleh kejadian ini
Rumor dan alasan yang bermunculan ke permukaan
Dari ketidak puasan dalam menang-kalahnya perpolitikan negeri
Sampai kader teroris di Indonesia yang masih berkeliaran
Keresahan melanda ibukota negara
Krisis kepercayaan yang [...]
Arsip untuk ‘Puisi’ Kategori
IBU PERTIWIKU KEMBALI MURUNG oleh: M. D. Zamani
Diposkan dalam Puisi pada Agustus 12, 2009 | Leave a Comment »
Cahaya Penerang Dunia
Diposkan dalam Puisi pada Juli 2, 2008 | Leave a Comment »
Malam itu terasa indah, damai penuh makna
Terang bulan mendekati purnama
Beribu bintang berdesakan hiasi alam
Menunggu kelahiran seorang insan
Yang namanya telah terukir dalam kitab sebelumnya
Seluruh pepohonan bertasbih
Angin yang membelainya pun bertahmid
Keluarga Abdul Mutholib sabar menanti
LahirLAH oase ditengah padang pasir
Sejuk, bersih, segar dan jernih
Semenjak bayi, engkau sudah dipersiapkan
Dengan berbagai ujian dan cobaan
Ayah meninggal sewaktu dalam kandungan
Ibu dan kakek [...]
Budaya Salah Menyalahkan
Diposkan dalam Puisi pada Juli 2, 2008 | Leave a Comment »
Wahai para ulama yang lupa dengan umatnya…!
Nasehat dan ilmumu merupakan cahaya
Yang menerangi dan membuat tenang orang yang berada dalam kegelapan
Tapi kenapa moral dan nilai yang kamu bawa itu sekarang lari tunggang langgang
Menjauh…dan menjauh, sehingga figure itu telah tiada
Wahai para penguasa yang serakah…!
Kamu menjadi tulang punggung rakyat jelata
Kok malah enak-enakan ngumpulkan harta
Tidakkah kamu ingat,
Akan pikulan amanat [...]
KENANGAN UNTUKMU SOBAT
Diposkan dalam Puisi pada Juni 25, 2008 | Leave a Comment »
Rangkuman kenangan yang terukir indah
Seribu satu kisah yang sulit dan susah
Untuk tertumpah diatas pelepah
Ketika hari tersenyum cerah
Kayaknya baru kemarin kita bersama
Mempertahankan tim flp dalam sepak bola
Berpuisi ria dalam aula
Dan bertemu di Super waktu belanja
Derap langkah penuh duri
Kau jalani dengan rasa riang hati
Sewaktu menerima amanat suci
Menjadi ketua di forum ini
Canda dan tawa tersibak dari kalbumu
Cerita bahagia, [...]
Hati…
Diposkan dalam Puisi pada November 24, 2007 | 1 Komentar »
Hati alat pengatur rhytme kehidupan
Kekuatan dahsyat untuk menghalau kecemasan
Sebuah teropong yang dapat menerawang jauhnya kesenangan
Hanya untuk mendapat arti sebuah ketenangan
Hati susah kehidupan pun gelisah
Hati senang kehidupan pun ikut riang
Hati kerdil kehidupan pun seperti kancil
Yang selalu jail dan yang suka usil
Jikalau hati terkikis dan teriris-iris
Habis dari kebaikan manusia yang semakin menipis
Hanya gambar kejahatan [...]
INDONESIA SEJAHTERAKAH..?
Diposkan dalam Puisi pada November 17, 2007 | 1 Komentar »
62 tahun kita diselimuti kemerdekaan
Terlelap dan terbuai dengan kehangatannya
Bermimpi….yang tidak pernah jadi kenyataan
Dilandasi dengan bantal kemalasan
Wahai pejuang-pejuang yang melihat kami dari alam baka
Usahamu nampak sia-sia
Kau pertaruhkan jiwa dan raga untuk merdeka
E…h, hanya digunakan untuk suka ria si penguasa
Rasa ego untuk memakmurkan nafsu
Menaklukkan indahnya perasaan qalbu
Mengabaikan rintihan seorang ibu
Yang duduk termangu dipinggir jalan yang berdebu
Wahai penguasa [...]
RATAPAN SANG HINA
Diposkan dalam Puisi pada November 13, 2007 | 3 Komentar »
Dinding kamarku mulai mendengar
Zamrud dalam cincinku memberiku motivasi
Alam pun ikut serta dalam pembentukan kepribadianku
Kurasakan lengah bersahabat dengan mereka
Yang bersusah payah mendidikku tanpa imbalan
Tapi aku tidak pernah menghiraukan mereka
Alangkah meruginya aku dengan penuh penyesalan
Mustika ilmu pemberiannya kulepas begitu saja
Angan yang tertanam waktu kecil
Nampak terkikis dengan ombak kelalaianku
Cermin yang selalu mengoreksiku
Iba, tapi enggan menyapaku lagi
Naluri [...]
Renungan Rakyat Lemah
Diposkan dalam Puisi pada November 13, 2007 | Leave a Comment »
Mengapa ya…, negaraku kok menjadi begini….
Tetesan air mata mengalir tak terbendung
Melihat saudara2 ku yang mengeluh penuh derita
Musibah, cobaan, adzab selalu mendengung
Tapi masih aja ada petinggi yang bersuka cita
Menari diatas pulau kesedihan dan penderitaan
RISALAH QALBUKU BAGI IBU
Diposkan dalam Puisi pada November 13, 2007 | 1 Komentar »
Tenang, ku kenang wajah sang bunda
Tatapannya yang takkan pernah kulupa
Matanya yang bersinar tajam
Terlihat anggun dan bijaksana
Terasa tentram saatku di sampingnya
Membuatku tak ingin menjauh darinya
Ibu……
Tanpa rasa letih dan lelah
[...]